Selasa, 26 November 2013

Budaya jaranan di Jawa Timur kususnya Tulungangung

Seni budaya ini jaranan berasal dari tanah Jawa (Jawa Timur) berisi tarian yang menampilkan beberapa penari seperti menunggang kuda disimbolkan seperti prajurit perang yang siap melakukan perlawan terhadap penjajah dengan menunggang kuda. Ada unsur magis dan mistik yang tersaji dalam tarian jaranan kepang ini, seperti makan beling, tingkah orang seperi kesetanan, kesurupan dan tingkah polah lain yang kadang berada di luar nalar. (Wikipedia)

Seni budaya ini sudah terkenal di masyarakat seperti masyarakat didaerah Tulungagung, Nganjuk, Malang dan lainnya.Tulungagung memang merupakan kota kecil yang kurang begitu terkenal di Nasional. Namun disisi lain sebenarnya Tulungagung mempunyai banyak kesenian yang cukup unik dan menarik diantaranya adalah manten kucing, ritual tiban, jaranan, reog gendang, jemparing, kentrung, dan waranggana.
Dalam sejarahnya jaranan merupakan tarian yang menggambarkan perjuangan pangaran Diponegoro dalam 
menghadapi penjajah Belanda, perjuangan raden Patah yang dibantu Sunan Kalijaga dalam menghadapi penjajah Belanda, mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I beseta raja Mataram untuk menghadapi pasukan Belanda.

Jaranan biasanya dipertunjukkan pada acara-acara seperti penyambutan petinggi daerah, syukuran, acara keluarga (seperti sunatan ) bahkan pada saat memperingati hari besar kenegaraan. Di Tulungagung jaranan
merupakan kesian daerh yang begitu
membaur dengan masyarakat jadi bagi masyarakat disana bila mengadakan suatu acara tidak lengkap jika tidak mempertunjukkan jaranan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar